Kim Dokja
@readerofstar
Followers
72
Following
135
Media
172
Statuses
3K
「 If I close my eyes even for just a second, will you disappear, @supremking1864 ? 」— book editor au
written by
Joined July 2025
i belong to you. only you... i'll always be yours, no matter what. body and soul. heart and mind. all of me will belong to you forever.
13
1K
3K
@readerofstar Senyum terpatri, senang mendengar kasih sayangnya berbalas. Walau sudah tahu, namun pengukuhan seperti ini tetap membuat hatinya berbunga. "Selamat ulang tahun, kekasihku." -- End.
0
1
1
Dokja merendam pengaduk bambu dengan air hangat yang sudah ia tuang tadi. "Dan juga, sebelum membuat matcha, pengaduk ini harus direndam air hangat agar bambunya tidak patah nanti." @forestwoodsx
1
0
0
perlu disaring agar tidak ada gumpalan saat diaduk nanti. Ambilnya dengan ini," Dokja memberikan sendok bambu yang dikhususkan untuk mengambil matcha, "Aku akan membantumu menakarnya. Langsung pada wadah ini saja." Sembari menjelaskan semua itu pun, […]
1
0
0
/ .. to me! Note: As a little apology from me 🙏, could you please RT this? I’ll send something as a small start for our interactions, maybe hihi 💌 No pressure at all—only if you want to! 😄
1
14
4
2DAU! Would you like to share a little moment with me? Please leave your keyword or IC in any language you prefer (IND/ENG). If you are busy for now, a simple RT is enough, and we may meet another time. w-oc
15
45
1
Kim Dokja tak sempat memprotes perumpamaan dari ibunya yang sekarang sudah berjalan ke arah rumah. Lelaki yang kini lebih tinggi dari ibunya itu pun segera menyamakan langkah agar tidak tertinggal. [...]
0
0
0
Sang ibu menerima buket itu dengan wajah yang tak begitu berekspresi. Namun, Kim Dokja dapat melihat tatapan ibunya yang melembut pada buket itu. “Terima kasih,” ucapnya, “Sebaiknya kita pulang sekarang. Kamu seperti kucing terdampar yang kedinginan.” [...]
1
0
0
Bisa-bisa ia dipermalukan di ruang umum seperti anak kecil. Ia membuang napas pelan sembari mendekat untuk memberikan buket bunga yang ia bawa kepada ibunya. “Ini untuk hari ibu... tahun lalu. Maaf terlambat.” [...]
1
0
0
justru tertawa renyah. Sudut bibirnya tertarik menjadi senyuman miring. Kening Kim Dokja pun sedikit berkerut melihat reaksi ibunya. “Kamu tumbuh terlalu cepat. Padahal ingatan kamu mengompol—” “Tolong jangan bahas itu,” Kim Dokja segera memotong ucapan ibunya. [...]
1
0
0
dengan Kim Dokja. “Eomma,” ucapnya, sedikit terkejut dengan kehadiran ibunya di halte bus, “Kenapa sampai sini? Di luar dingin. Bagaimana kalau Eomma tiba-tiba terkena hipotermia?” Belum selesai Kim Dokja menyerang sang ibu dengan pertanyaan, lawan bicaranya tersebut [...]
1
0
0
Sebuah suara yang familiar menyadarkan Dokja dari lamunannya. Ia segera membalikkan tubuh dan mendapati sosok ibunya yang berdiri dengan tangan yang tertanam pada kantong jaketnya. Wanita itu tampak tak terpengaruh oleh suhu dingin yang menusuk tulang, berbeda jauh [...]
1
0
0
Lelaki itu hanya menatap figur mereka yang berjalan berdekatan di tengah dinginnya pagi hari ini. Iri. Kim Dokja tak akan melihat pemandangan yang sama dari orang tuanya. “Kamu membuatku bangun sangat pagi di hari libur ini, Dokja-ya.” [...]
1
0
0
Perjalanan yang ditempuh Kim Dokja dengan bus tak terasa lama. Suara dari interkom bus kembali terdengar, mengingatkan para penumpang yang turun untuk berhati-hati saat melangkah keluar dari bus. Hanya ada sepasang orang tua yang melangkah turun dari bus bersama Kim Dokja. [...]
1
0
0
Pada tanggal tersebut juga, ibunya selalu menyisihkan waktu untuk merayakan ulang tahun anak semata wayangnya. Hari ini pun Kim Dokja meninggalkan apartemennya sepagi mungkin agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama ibunya. [...]
1
0
0
semestinya dirayakan pada hari ini. Namun, Kim Dokja tidak ingin memutus tradisinya. Setiap tanggal 15 Februari, ia akan pulang ke rumah ibunya. Kim Dokja selalu merayakan pertambahan usianya bersama sang ibu, satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa. [...]
1
0
0
pasangan-pasangan muda. Euforia hari valentine yang dirayakan satu hari sebelumnya masih terasa di udara. Kim Dokja sontak terkekeh pelan karena teringat seorang lelaki yang lebih memerhatikan hal lain dibanding perayaan hari kasih sayang itu. Hal lain yang dimaksud [...]
1
0
0
Suara dari interkom bus dapat terdengar tepat saat Kim Dokja mendudukkan diri di kursi dekat pintu bus. Kursi yang kosong di sampingnya menjadi tempat menaruh kotak kue. Bus segera melaju di jalanan Kota Seoul pagi itu, melewati berbagai tempat yang mulai dipenuhi [...]
1
0
0
Kim Dokja cukup beruntung karena bus itu tidak terlalu penuh. Toh, ia memang tidak pergi ke tempat yang ramai dikunjungi di musim libur. Setidaknya ia memiliki ruang lebih untuk memegangi buket bunga dan kotak kue kecil yang ia bawa. “Bus ini menuju ke arah ....” [...]
1
0
0