Cal !
@HidsalJ
Followers
510
Following
3K
Media
5
Statuses
4K
◉ A Story Teller, Researcher & @ChelseaFC Fans ◉ Promoting daily happiness and knowledge ◉ Tweets are my own #BergerakMenginspirasi
Malang - Malili
Joined April 2021
Jangan banyak protes MBG? Lucu. Kalau benar pilar ekonomi, menteri kesayangan netizen ini pasti bisa tunjukkan angka, bukan sekadar klaim
Purbaya: Jangan Kebanyakan Protes MBG, Itu Pilar Strategi Ekonomi Prabowo Baca di: https://t.co/mdsUq0yg0n
0
0
0
Jujurrr followers gue keren2 bgt woi. Ada yg guru honorer di Papua, staf admin, bidang ekonomi, paham ama coral dan makhluk laut lainnya, dokter, psikolog, artist, family man, IRT yang konsisten masak dan share menu makanan anaknya, dll. 😭😭😭 makasih mau mutualan sama gue.
87
43
561
Irony, Korea was once colonized too, yet now it looks down on Indonesians. Colonial history makes former colonies “lesser” in the eyes of “advanced” nations, no matter who suffered first.
0
0
1
Indonesia tidak kekurangan pekerjaan. Indonesia kelebihan pekerjaan yang tidak membuat kita kaya. Setiap tahun kita rayakan turunnya pengangguran. Tapi kenapa upah stagnan? Kenapa kelas menengah rapuh? Kenapa begitu krisis datang, banyak yang langsung jatuh? Karena masalahnya
0
0
2
Banyak kebijakan gagal bukan karena niatnya jelek, tapi karena “jalurnya” macet. Kita sering debat soal konsep besar: insentif, model, visi. Tapi lupa nanya hal simpel: di lapangan siapa yang jalanin? Aturannya jelas? Anggarannya cair tepat waktu? Datanya valid? Koordinasi
I just read this paper by Esther Duflo and I loved it. Came across this in one of @captgouda24 posts. Instead of just assuming that everything is incentives, it asks economist and policy folks to figure out the plumbing of the changes that they’re proposing. Getting to a new
0
0
2
How can middle-income countries sustain rapid growth that will get them to high-income status, while ensuring sustainability and navigating geopolitical constraints? We discussed these topics in this edited book, which is available open access! https://t.co/nbewtjPWaw
adb.org
Asia’s path to high income now depends on institutions, innovation, and resilience.
1
37
152
PBI dipersoalkan karena ada inclusion error. MBG justru dirayakan, padahal inclusion error-nya besar: yang kaya ikutan makan.
Ini akar masalah penon-aktifan PBI BPJS Kesehatan. Secara prinsip, itu kebijakan bagus, hanya desil 1 s.d 5 (50% penduduk termiskin) yg layak jd PBI. Sayangnya, tidak diverifikasi dulu, dan komunikasinya jelek banget! Jd terkesan sbg kebijakan buruk. https://t.co/gHnE3FLdN6
1
1
3
12/ Singkatnya: Bukan soal “ada KEK atau tidak”, tapi bagaimana desain & di mana ditempatkan. Kebijakan berbasis kewilayah (place-based policy) harus cermat, bukan sekadar murah pajak.
0
0
0
11/ Kesimpulan: KEK bisa berhasil, tapi hanya jika: ✔️ Lokasinya tepat ✔️ Didukung infrastruktur ✔️ Mengurangi hambatan usaha Potong pajak saja ≠ jaminan pertumbuhan.
1
0
0
10/ Konteks negara berkembang: Jika mayoritas pekerja ada di sektor informal, kebijakan yang hanya fokus ke sektor formal dampaknya terbatas. Perlu kurangi hambatan masuk usaha formal & dorong persaingan.
1
0
0
9/ Lokasi juga krusial. Menargetkan daerah yang sudah punya basis ekonomi & tenaga kerja formal bisa: ➡️ Lebih efisien ➡️ Dampak nasional lebih besar Tapi ada trade-off dengan pemerataan.
1
0
0
8/ Pelajaran penting: Insentif pajak tidak boleh berdiri sendiri. KEK harus dikombinasikan dengan: >>Jalan, pelabuhan, listrik, internet >>Kebijakan yang memudahkan usaha formal
1
0
0
7/ Simulasi model ekonomi menunjukkan: KAPET baru akan berdampak besar jika: ✅ Disertai investasi infrastruktur ✅ Akses transportasi lebih baik ✅ Biaya komuter & logistik turun
1
0
0
6/ Penyebab utama: 📍 Lokasi KAPET banyak berada di daerah dengan potensi ekonomi rendah & sangat terpencil. Artinya, meski ada insentif, “daya tarik dasarnya” tetap lemah.
1
0
0
5/ Perusahaan di KAPET memang bayar pajak lebih rendah. Tapi itu tidak diterjemahkan menjadi ekonomi daerah yang lebih baik. Bahkan indikator seperti “cahaya malam hari” (proxy output ekonomi) juga tidak meningkat.
1
0
0
4/ Studi Rothenberg, Wang & Chari (2025) meneliti KAPET di Indonesia sejak akhir 1990-an. Hasil utama: ❌ Tidak ada kenaikan signifikan pada: >>Upah >>Tenaga kerja >>Migrasi >>Konsumsi >>Pengurangan kemiskinan
1
0
0
3/ Masalahnya: di daerah terpencil, akses pasar buruk, dan infrastruktur lemah, potongan pajak saja tidak cukup. Investor tetap enggan masuk. Akhirnya negara kehilangan penerimaan, tapi pertumbuhan tidak datang.
1
0
1