ARIA.
@traenare
Followers
68
Following
1K
Media
987
Statuses
18K
https://t.co/JjiO9WlSmm Aku tidak keberatan untuk terus berada dalam kegelapan, jangan ganggu aku dengan cahaya terangmu itu.
Ishaan.
Joined January 2015
ㅤ ㅤ 𝗕𝘂𝗻𝗴𝗮 adalah untuk orang 𝗺𝗮𝘁𝗶. ㅤ ㅤ
1
1
1
ㅤ ㅤ Kecupan pipi membuatku langsung mendorong dada Isha dan kembali duduk tegak—tidak menempel padanya. "Isha," panggilku sambil menggelengkan kepala. Aku yakin ini karena aku meminum satu gelas anggur dalam satu kali tegukan sekaligus, membuatku mudah 'naik' karenanya. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ "Aku...." Kepalaku berat, aku mengusap mata dengan tanganku, berusaha untuk membukanya lebih lebar. "Aku salah minum tadi." Rasa anggur itu masih tinggal di rongga mulutku, sedangkan efek alkoholnya naik hingga kepala. "Maaf," gumamku. "Ayo ... pulang." @axlaric ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Lagi, aku menggeleng. Ini bukan salah Isha, dia tidak seharusnya minta maaf. "Enggak...." Kedua mataku perlahan terbuka lagi, melihat ke arah Isha yang kini sedang memegang pipiku lalu pindah ke dahi dan rambutku. "Bukan. Enggak demam," gumamku pelan. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Aku masih menunduk hingga pipiku merasakan sebuah usapan, lalu aku mengangkat kepala untuk menjawab pertanyaan. "Aku ... enggak," jawabku sambil menggelengkan kepala. "Tapi, nggak enak...." Suasana yang kurasakan ketika ada orang itu memang tidak menyenangkan. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Aku tak sempat mengatakan apapun lagi, hanya mengikuti arahannya untuk masuk dan duduk di kursi penumpang ketika mobilnya sudah di depan mata. Setelah mengenakan sabuk pengaman, aku mengangkat tanganku dari pangkuan dan menyadari kalau keduanya gemetar. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Aku meringis pelan merasakan rasa anggur di mulutku, setidaknya aku berhasil menelan daging pertamakku. Belum sempat aku memproses itu, aku merasa seperti sedang dikungkung oleh sesuatu. Namun, Isha dengan segera menarik tanganku dan membawaku keluar gedung. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Aku hanya mendengarnya meminta maaf, kalimat selanjutnya tidak bisa aku tangkap karena terlampau panik. Tanganku menggapai gelas di dekatku, lalu dengan gugup meneguknya sampai habis. "Ah—ck." Aku salah menilai. Cairan nyaris bening di gelas itu bukan air mineral. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Pemimpin jamaah? Aku memiringkan kepala. Apakah dia semacam pastor? Uskup? Aku tidak bertanya lebih lanjut. Sebab pertanyaan yang dilontarkannya membuatku teralihkan dari rasa penasaran. Aku menggenggam erat tangan Isha yang paham harus bertindak seperti apa. ㅤ ㅤ
1
0
0
ㅤ ㅤ Kami hendak pergi dari lantai dansa, tetapi seseorang menyapa kami—tepatnya menyapa Isha, karena aku tidak kenal orang itu. Aku mengernyitkan dahi, tetapi langsung tersenyum dan menunduk. Aku tidak ingin membuat kesan buruk bagi teman Isha. "Nice to meet you." ㅤ ㅤ
1
0
0