traenare Profile Banner
ARIA. Profile
ARIA.

@traenare

Followers
68
Following
1K
Media
987
Statuses
18K

https://t.co/JjiO9WlSmm Aku tidak keberatan untuk terus berada dalam kegelapan, jangan ganggu aku dengan cahaya terangmu itu.

Ishaan.
Joined January 2015
Don't wanna be here? Send us removal request.
@traenare
ARIA.
3 years
ㅤ ㅤ 𝗕𝘂𝗻𝗴𝗮 adalah untuk orang 𝗺𝗮𝘁𝗶. ㅤ ㅤ
1
1
1
@traenare
ARIA.
27 minutes
ㅤ ㅤ "Nggak pulang," ujarku. "Asal jangan ngejek jadi sapi aja." Aku mendorong dadanya di waktu yang sama dia melepas pelukan. Aku mengangguk, lalu berbalik untuk memunggunginya lagi seperti awal. "Cepeeet, keburu dingiiin." @axlaric ㅤ ㅤ
0
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ "Pulang ... yuk?" Tanganku menggapai kemudi di kursi sebelahku, bangkit dari pangkuan @axlaric dan melangkahkan kaki ke kursi pengemudi untuk duduk di sana. ㅤ ㅤ
0
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ Kecupan pipi membuatku langsung mendorong dada Isha dan kembali duduk tegak—tidak menempel padanya. "Isha," panggilku sambil menggelengkan kepala. Aku yakin ini karena aku meminum satu gelas anggur dalam satu kali tegukan sekaligus, membuatku mudah 'naik' karenanya. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ Terima kasih lelakiku yang nyimut. ㅤ ㅤ
@axlaric
Alaric Ishaan.
4 hours
Sarapan.
1
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ "Iya, iya, Cayangku." Aku tersenyum ke arah Apu, mendekatkan wajahku untuk mencium puncak kepalanya, sebab tanganku basah—khawatir dia takut dan kabur. "Mau pulang?" Belum sempat dijawab, @axlaric sudah langsung menjawabnya dengan larangan. "Galak banget...." ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ "Aku...." Kepalaku berat, aku mengusap mata dengan tanganku, berusaha untuk membukanya lebih lebar. "Aku salah minum tadi." Rasa anggur itu masih tinggal di rongga mulutku, sedangkan efek alkoholnya naik hingga kepala. "Maaf," gumamku. "Ayo ... pulang." @axlaric ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
2 hours
ㅤ ㅤ Lagi, aku menggeleng. Ini bukan salah Isha, dia tidak seharusnya minta maaf. "Enggak...." Kedua mataku perlahan terbuka lagi, melihat ke arah Isha yang kini sedang memegang pipiku lalu pindah ke dahi dan rambutku. "Bukan. Enggak demam," gumamku pelan. ㅤ ㅤ
1
0
0
@axlaric
Alaric Ishaan.
4 hours
Sarapan.
0
1
1
@traenare
ARIA.
5 hours
ㅤ ㅤ Namun, Isha memilih untuk melanjutkan penjelasannya terlebih dahulu. "Ya udah, Rabu, ya." Aku membuka mulut lagi hendak meminta buah, tetapi @axlaric malah menggunakan tangannya untuk pipiku, bukan mengambil buah. "Salting? Salting kenapa?" ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
6 hours
ㅤ ㅤ Jantungku masih berdebar, helaan napas berat terdengar kemudian. Kedua tanganku sudah lepas dari satu sama lain, tetapi kini kepalaku mendarat di salah satu pundak @axlaric, sambil berusaha mengatur napas. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
6 hours
ㅤ ㅤ Aku masih menunduk hingga pipiku merasakan sebuah usapan, lalu aku mengangkat kepala untuk menjawab pertanyaan. "Aku ... enggak," jawabku sambil menggelengkan kepala. "Tapi, nggak enak...." Suasana yang kurasakan ketika ada orang itu memang tidak menyenangkan. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
14 hours
ㅤ ㅤ Aku berusaha meredakannya dengan menggenggam tanganku sendiri satu sama lain dengan erat. "Dia ... itu...." Aku menelan ludah susah payah. "Pastor di gerejamu?" tanyaku pada akhirnya, mengeluarkan rasa penasaran yang sebelumnya. @axlaric ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
14 hours
ㅤ ㅤ Aku tak sempat mengatakan apapun lagi, hanya mengikuti arahannya untuk masuk dan duduk di kursi penumpang ketika mobilnya sudah di depan mata. Setelah mengenakan sabuk pengaman, aku mengangkat tanganku dari pangkuan dan menyadari kalau keduanya gemetar. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
14 hours
ㅤ ㅤ Aku meringis pelan merasakan rasa anggur di mulutku, setidaknya aku berhasil menelan daging pertamakku. Belum sempat aku memproses itu, aku merasa seperti sedang dikungkung oleh sesuatu. Namun, Isha dengan segera menarik tanganku dan membawaku keluar gedung. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
14 hours
ㅤ ㅤ Aku hanya mendengarnya meminta maaf, kalimat selanjutnya tidak bisa aku tangkap karena terlampau panik. Tanganku menggapai gelas di dekatku, lalu dengan gugup meneguknya sampai habis. "Ah—ck." Aku salah menilai. Cairan nyaris bening di gelas itu bukan air mineral. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
15 hours
ㅤ ㅤ "Hah? Oh, iya." Aku mengangguk, lalu mengambil alat makanku sambil berusaha mengatur napas. "Nggak usah, makasih." Aku menoleh dan memberi senyuman tipis pada @axlaric sebelum memotong-motong daging di piringku sendiri. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
15 hours
ㅤ ㅤ Sikapnya kepada orang itu terlihat jelas kalau mereka mungkin memiliki hubungan yang kurang baik. Sebab aku tidak melihat senyuman @axlaric di sana. "Ayo.... Isha." ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
15 hours
ㅤ ㅤ Pemimpin jamaah? Aku memiringkan kepala. Apakah dia semacam pastor? Uskup? Aku tidak bertanya lebih lanjut. Sebab pertanyaan yang dilontarkannya membuatku teralihkan dari rasa penasaran. Aku menggenggam erat tangan Isha yang paham harus bertindak seperti apa. ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
15 hours
ㅤ ㅤ Kami hendak pergi dari lantai dansa, tetapi seseorang menyapa kami—tepatnya menyapa Isha, karena aku tidak kenal orang itu. Aku mengernyitkan dahi, tetapi langsung tersenyum dan menunduk. Aku tidak ingin membuat kesan buruk bagi teman Isha. "Nice to meet you." ㅤ ㅤ
1
0
0
@traenare
ARIA.
16 hours
ㅤ ㅤ Aku terkesiap ketika Isha mengangkat tubuhku, membuatku langsung membuka mata dan memproses apa yang dilakukannya. Lalu, aku tertawa singkat dan mengangkat bahu. "Lebay," ujarku, lalu mendekat untuk menggigit telinga @axlaric dengan pelan. "I did well, right?" ㅤ ㅤ
1
0
0