Sarang Demit
@sarangdemit
Followers
115K
Following
76K
Media
408
Statuses
155K
Halo, Penduduk Sarang Demit!
DKI Jakarta, Indonesia
Joined July 2019
⚠️ FINAL TRAILER #JalanPulang Sepertinya horror @JeroPoint kali ini lagi-lagi mengandung bawang. Premisnya jelas, perjuangan seorang ibu yang menantang maut demi kesembuhan anaknya. Gak kaleng-kaleng nyatuin 3 RATU HOROR #FilmJalanPulang 19 JUNI DI BIOSKOP!
1
3
16
Kalian akan melihat sendiri apa yang dilihat Satrio di detik-detik terakhirnya. Jangan Sampai terlewat , masukan Watchlist mu 🫵 https://t.co/jLkiHtKj4W
Teror ini akan dimulai 15 Januari 2025 “PENUNGGU RUMAH BUTO IJO” Di Bioskop!
#PenungguRumahButoIjo
0
0
2
Satrio hanyalah satu dari sekian banyak korban. Misteri rumah tua dan makhluk pemangsa itu akhirnya terungkap.
1
0
1
Siapa sebenarnya sosok di rumah tua itu? Kenapa dia membutuhkan tumbal anak kecil saat Maghrib? Jawabannya bukan dongeng. Sosok itu nyata, hijau, raksasa, dan terikat perjanjian darah dengan pemilik tanah terdahulu.
1
0
0
Satrio tidak pernah ditemukan. Keluarganya hanya menguburkan sandal jepit kirinya sebagai nisan. Sejak saat itu, tidak ada satu pun anak di desa tersebut yang berani keluar lewat jam 5 sore. Mitos Sandikala di desa itu berubah selamanya. Bukan takut disembunyikan, melainkan
1
0
0
Mbah Dukun melarang warga mendekat. "Wewe itu menyembunyikan anak karena sayang," bisiknya gemetar. "Tapi, yang di dalam sana... dia mengambil untuk makan." Malam itu, terdengar suara dari dalam rumah kosong. “Krek... krek…” Seperti suara tulang ayam yang dikunyah perlahan.
1
0
0
Jejak itu sangat besar. Panjangnya hampir 50 cm. Jejaknya dalam, menandakan pemiliknya berbobot sangat berat—mungkin ratusan kilo. Jejak itu mengarah ke halaman rumah tua yang sudah puluhan tahun tertutup seng. Rumah yang konon ada ‘Penunggunya’.
1
0
0
Pencarian berlanjut hingga tengah malam. Tim pencari menemukan satu petunjuk di dekat rumah tua kosong yang jaraknya 500 meter dari tempat main kelereng. Mereka menemukan sandal jepit kiri Satrio yang putus talinya. Di sebelah sandal itu, ada jejak kaki di lumpur. Bukan jejak
1
0
0
Biasanya, anak yang diculik Wewe akan ditemukan keesokan paginya—linglung di atas pohon atau terselip di kolong jembatan. Saat itu, warga masih optimis Satrio akan kembali. Namun Mbah Dukuh, tetua desa, justru menggeleng pelan. “Baunya beda,” katanya. “Bukan bau melati busuk
1
0
1
Pukul 18.05. Azan Maghrib berkumandang. Ibunya menyusul ke lokasi. Kosong. Hanya kelereng berserakan di tanah, seolah dijatuhkan karena kaget atau berlari terburu-buru. Satu desa langsung geger. Kentongan dipukul. Warga membawa obor, berkeliling sambil memukul peralatan
1
0
0
Selasa Kliwon, pukul 17.45. Langit desa berubah jingga kemerahan, waktu Sandikala. Satrio masih asyik main kelereng sendirian di dekat kebun bambu pinggir desa. Ibunya sampai meneriakkan namanya tiga kali, tapi tak kunjung kembali. Saksi mata (Pak Haji pemilik warung) bilang,
1
0
0
"JANGAN MAIN PAS MAGHRIB, NANTI DICULIK WEWE!” Sering denger kalimat itu, kan, pas kecil? Pasti kalian juga mikir kalau itu cuma taktik orang tua biar kita pulang mandi. Tapi, di Desa X (Jawa Timur), kalimat itu bukan ancaman kosong. Bahkan, ditulis pakai darah! Ada cerita
1
1
4
Tulisan ini bentuk dari kesedihan kita dan saya sendiri. ~ Diodora ~
0
0
4
Berapa menyedihkannya kondisi tanah air kita. Tidak ada dari mereka 1 pun yang berpihak pada rakyat kecil seperti kita. Dimana letak hati mereka? Mereka tergoda hanya demi uang semata. Entah apa lagi yang mereka lakukan terhadap kita. Tidak lagi air mata yang bercucuran, darah
1
3
10
Sudah ada tembakan. Mereka sudah menyatakan perang. Ingat, kita hanya punya tangan dan tekad untuk berjuang. Beraksi lah dengan strategis, jangan mati konyol! https://t.co/s0u7giDtyB
0
1
4
Kalian bisa membaca sisanya di Medium di bawah: https://t.co/B6cGVVZmIv
medium.com
Sebuah Keresahan dari Penulis Naskah Horror Amatir.
0
0
0
Bahasan masih berlanjut. Masih ada 3 Sequence lagi! Kita belum membahas Rock Bottom, Revival, hingga Resolution. Kira-kira, bagaimana naskah ini akan berlanjut?
1
0
0
Kita melihat gugurnya salah satu Rakyat, oleh Aparat yang melindungi Politisi. Digilas mobil anti-peluru yang didanai oleh uang Rakyat. Kita sedang berada di titik ini.
1
0
0
Maka dengan begitu, pemerintah dan bawahan-bawahannya pun menunjukkan perilaku aslinya. Bukan sekedar penindas, tapi juga pelindas!
1
0
0