ALINA .
@moonshuing
Followers
26
Following
1
Media
3
Statuses
20
⠀ …⠀ AREN·T YOU 𝗠𝗬 𝗢𝗡𝗘﹖
AEDES E. XX, NOV 28.
Joined August 2023
momen dimana kedua bola matanya memperhatikan Professor 'itu' ... yang namanya tak sampai hati ia tuturkan. "Sudah, ya? Kita kembali saja ke ruang rekreasi saja," susulnya, sembari menggenggam lengan baju sang Tuan, sedikit menariknya agar ia mau pergi bersama. : @silentauctor.
0
0
0
tenggorokan, "Genya... itu—" dehaman kecil disusulnya, sampai hening menghatur nafasnya sejenak diantara mereka. "G- Genya... aku tidak suka candaanmu kali ini, kau tahu?" Balas Nona, mengulur optimismenya kembali kedalam goa tak berpenghuni. Ia masih mengingat satu atau dia -
1
0
0
Pikir Alina, wajahnya jua kian menghangat—merambat menuju sekujur tubuh, barangkali Genya merasakannya pula dikala mengamit tangannya. "Eh?" Reaksinya, selangkah tak sadar dilajunya ke belakang, namun tak sengaja—bibir seakan kelu dimana kata-kata kini tercekat dalam -
1
0
0
begitu pula dengan Nona ini—meski air wajahnya kian bersukaria, namun ada degup hati nan dahsyat bergejolak di dalam dada. Sampai dimana temali hatinya sudah berenang dalam air yang damai, kata-kata dari si Tuan selanjutnya membuatnya terkesiap. Suka, katanya, mana mungkin? -
1
0
0
( Kalau aku langsung balas marah enggak nanti. )
ㅤ Sebelum melepas genggaman tangan sambil menunduk sejenak. Dengan jemari yang mengepal, napas ditarik dalam seolah mengumpulkan keberanian. “Meski aku tak tahu harus bagaimana, ini juga pertama kalinya bagiku, tapi Alina, kau telah sepenuhnya menguasai hati dan pikiranku.” ㅤ
1
0
0
kapan selalu terpikat padanya, meski sisi wajahnya hanya dilimpahi rembulan malam. "Tidak apa-apa. Tapi, kenapa di taman?" Timpal sang Nona, memecah kikuknya sembari tertawa kecil, "Bagaimana kalau di ruang rekreasi saja? Aku akan membuatkan kita cokelat panas!" : @silentauctor.
1
0
0
tangan misterius menyapunya pergi—terbawalah ia bersama semilir angin malam, menghulu pada taman hampir gulita, sampai ... "G- Genya!" Terkesiapnya, dikala mereka sampai, wajahnya memanas perlahan, namun Tuan ini tak mengetahuinya—semoga saja. Temali hati ini, entah sejak -
1
0
0
padanya. Meski bibir tengah bertemu di malam yang berlalu, mungkin itu tak mengubah apapun—pikir Alina, hati seakan diremukan oleh ekspektasi. Sesampainya di Hogwarts—bibir asrama penguasa langit sudah dijejaknya. Nona ini bermaksud ingin menjemput tasnya, sampai genggam -
1
0
0
dengan milik sang Nona—hangat diantara degup hati nan terkesiap, satu tangan pada genggam milik Tuan, sembari berharap bahwa ia sudi mendekapnya lebih dekat. Dalam lamunan perjalanan pulang, air wajah kirananya mengelabu—ia selalu menaruh pandangannya ... tentu saja bukan -
1
0
0
rasa menyesakan yang didambanya, sesak yang menggerutu sampai ke perut, menggelitik hati dan syarafnya dikala kedua manik ini bertemu dengan betapa rupawan si Tuan yang selalu tersirat dalam kepalanya. Tuan Okihara yang selalu diperhatikannya, malam itu, bertukar cumbu lembut
1
0
0
( Aku pingsan langsung dikasih starter. )
1
0
0