logikafilsuf
@logikafilsuf
Followers
24K
Following
88
Media
708
Statuses
2K
- Berbagi tips filsafat & kutipan filsuf
Joined October 2022
Kalau kamu ingin tahu lebih dalam bagaimana seorang ulama bisa mengubah masa depan bangsa dengan pendidikan, baca buku ini. Filsafat Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan karya Utami Pratiwi. Buku ini akan buat kamu terdiam, terharu, dan tergerak.
1
0
0
Dan ia membuktikan, perubahan tidak datang dari mereka yang pintar bicara, tapi dari mereka yang berani bertindak meski sendirian.
1
0
0
K.H. Ahmad Dahlan membuktikan, pendidikan bukan soal bangunan megah atau kurikulum canggih. Pendidikan adalah niat untuk membebaskan. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga akhlak. Tidak hanya mencerdaskan, tapi juga memanusiakan. Itulah filsafat pendidikannya.
1
0
0
Hingga hari ini, lebih dari 2.000 lembaga pendidikan Muhammadiyah ada di seluruh Indonesia. Mulai dari TK hingga universitas.
1
0
0
Perlahan, muridnya bertambah. Mereka belajar membaca, menulis, berhitung, dan juga belajar Al-Qur’an. Semua di satu ruangan, tanpa sekat. Dari ruang tamu itu, lahir Muhammadiyah. Dari Muhammadiyah, lahir ribuan sekolah. Dari ribuan sekolah, lahir puluhan ribu lulusan.
1
0
0
Tapi ia tidak mundur. Ia percaya, Islam tidak pernah takut pada ilmu. Islam tidak pernah lemah pada modernitas. Islam memang datang untuk mencerahkan.
1
0
0
Banyak ulama menentangnya. Menurut mereka, mengajarkan ilmu umum berarti tunduk pada Barat. Islam akan tercemar, katanya. Orangtuapun enggan menyekolahkan anaknya. Takut mereka menjadi kafir. Takut mereka lupa agama. Ahmad Dahlan dipandang sesat.
1
0
0
Dengan tiga meja, tiga kursi, dan satu papan tulis, ia mulai mengajar. Hanya sembilan murid, tapi impiannya sangat besar: membebaskan bangsa.
1
0
0
K.H. Ahmad Dahlan melihat anak-anak pribumi tumbuh tanpa akses pendidikan. Mereka dipaksa kerja, dipandang rendah, dan tidak punya masa depan. Rasa iba bukan hanya membuatnya menangis, tapi membuatnya bertindak. Ia meminjam ruang tamu rumahnya sendiri untuk dijadikan kelas.
1
0
6
Ketika kaum kolonial ingin membiarkan rakyat bodoh, ia justru mendirikan sekolah modern tanpa bantuan siapapun.
1
0
6
Pernahkah kamu berpikir, kalau pendidikan Indonesia hari ini masih jauh lebih baik karena seorang ulama yang dianggap sesat? Ketika semua ulama menolak ilmu Barat, satu tokoh justru mempertemukan Islam dan sains di teras rumahnya sendiri.
1
3
16
Nah, menurut lo nih, Mending S2 jalur prestasi tapi pengangguran, atau mending kerja keras dulu baru lanjut sekolah biar pola pikirnya nyambung sama realita? Selengkapnya lu tonton deh di video ini.
0
0
0
"Bodoh itu nggak apa-apa asal mau belajar. Tapi Tolol itu adalah ketika lo merasa pinter dan nggak mau dengerin orang lain. Punya uang itu buat upgrade otak, bukan cuma buat gaya-gayaan doang.
1
0
0
Dunia berubah cepet, kalau nggak adaptasi, siap-siap aja jadi lansia toksik yang cuma bisa nyalahin anak muda.
1
0
0
Jangan remehin Gen-Z! Di kelas S2 sekarang, isinya anak muda kelahiran 2000-an yang haus belajar. Kalau lo yang lebih tua cuma diem dan nggak update ilmu, lo bakal terjebak di masa lalu kayak fans klub bola yang cuma bisa banggain trofi puluhan tahun lalu.
1
0
0
Basa-basinya berbobot, pertanyaannya tajam. Kalau cara ngobrol lo masih 'garing', mending balik iqra alias baca lagi deh!"
1
0
0
Level intelijensi lo itu kelihatan dari cara lo basa-basi. Kalau ketemu orang di bandara nanyanya 'Lagi nunggu pesawat ya dok?', itu tandanya lo kurang baca! Orang yang otaknya berisi itu jago negosiasi dan networking.
1
0
0
Biar lo sadar kalau di luar sana ada orang yang jauh lebih pinter, dan lo butuh mereka buat survive."
1
0
0
"Dokter Tirta aja yang udah punya toko, klinik, sama nama besar, masih mau ambil S2 MBA di ITB. Kenapa? Bukan kurang gelar, tapi kurang pola pikir. S2 itu tujuannya buat 'benerin otak' biar nggak arogan.
1
0
6