︎ ︎ ︎ ︎ ︎ ︎ Arash. (TS! ♀)
@guilevrous
Followers
138
Following
122
Media
537
Statuses
13K
Orchestral and divine, resounding among the trees. Like a language full of wars and songs. (fictional / i: onlyraii)
Bethlehem — Antalya
Joined November 2021
⠀ ⠀⠀⠀╰⠀💬: Sister No. 1: The Housewife. ⠀⠀⠀• Maryam, I will no longer consider Hossam my brother. :[ ⠀
@guilevrous ✉️ : Arash Sattar ⠀⠀- for real too, Arash, stop telling everyone 😮💨 ⠀⠀- even though you've impregnated someone, i'll still love you and you'll always be my brother, okay?
0
0
0
⠀ ⠀⠀⠀╰⠀🏷️: @aethramedeis. ⠀⠀⠀Do you want to go see butterflies? At my house. ⠀⠀⠀In all sincerity, ⠀⠀⠀آرش ستّار ⠀
0
0
3
semakin mengapitmu di bawah sana. @aethramedeis
1
0
0
sampai matahari merekah. Gemuruh dan 𝘨𝘪𝘭𝘢. 𝗠𝗲𝗹𝗲𝗱𝗮𝗸-𝗹𝗲𝗱𝗮𝗸. Kasur mulai bergoyang mengikuti tempo panggulmu dan bunyi tepukan antar kulit mengiris waktu. “Beri tahu, mmh — 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘯𝘢𝘭𝘢𝘯𝘮𝘶... hanya pada Saya...” Kau dibuat sinting selama dinding vagina
1
0
0
Kau selalu tahu kau akan bercinta, tapi bukan malam ini. Kau-lah yang menyerahkan diri kepadanya, bukan Ayeesha yang berada di bawahmu. Tapi kau pasti tahu, kau akan bercinta dengannya atas ‘urgensi’; dengan ketakutan dunia akan kiamat, dengan keinginan bersetubuh
1
0
0
Tiap dorongan terbit kata-kata yang sebetulnya adalah susunan kalimat, diantarai kidung desau nan rendah dan peluh yang melapisi kening. “Ah.. hha..! Ayeesha... katakan — apa kau, mmh — 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢..? Merasakan.. hh — Saya, di dalammu..?”
1
0
0
tak berujung hingga tiada lagi jarak yang memisahkanmu dan ia; 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘢𝘯. “Ohh — A, Ayeesha..! Kau... h, hangat.” Bagai kali pertama, kau menganugerahkan Ayeesha kenikmatan dari buah zakar yang menemui sumurnya, berfriksi dengan pelumas alami yang ia luruhkan.
1
0
0
ke dalam lilin malam hingga kainmu pekat dengan warnanya. Hingga kau tidak mudah 𝗺𝗲𝗹𝘂𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. “... Mmh—” Kau menghirup aroma tubuhnya dengan bahagia dan melancarkan kecupan tiada akhir pada bibir, sementara panggul bergerak menguasai dalam dekap kehangatan
1
0
0
kini kau sama seperti Ayeesha. Kehendak berahi melangsungkan ereksi pada batang penis, meninggi di hadapan lembah hangatnya yang mulai berseteru dengan kepala licinmu, disertakan pula sedikit dorongan dari tangan kiri agar Ayeesha menerima kehadiranmu seutuhnya di dalam sana.
1
0
0
Kau meletakkan kedua telapak di balik pahanya untuk membuka belah panggul lebar-lebar, perlahan disituasikan di atas pahamu yang telah dilucuti dari setengah bagian atas celana. Barangkali kenaan lengkap masih merisihkan, kelak memicumu untuk bertelanjang bulat saja,
1
0
0
untuk dihadapi dan menguntai kecup di dahi dan pelipisnya, seperti seorang pendo(s)a tanpa kata. “Saya sudah puas.” Lagi, hasrat lebih dari sekadar keinginan. Ia perhitungan terhadap apa yang sudah diberikan di depan mata. “Tapi, ‘puas’ belum sampai kepada ‘kita’.”
1
0
0
hingga lembah kewanitaan yang kadung memercikkan air hina untuk disandingkan dengan tubuh yang teguh dengan pendirian 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 milikmu. Namun belum lagi separuh kancing terbuka, kau kembali meraih wajahnya
1
0
0
di atas dipan permintaan, altar dari segala panggung kehidupan — siapapun dapat melakukannya, tetapi Ayeesha adalah labirin yang rumit dan tubuhnya tidak lain ialah enigma yang mencipta atensi keingintahuan, apapun yang ada di puncak dada dan terjal perutnya
1
0
0
yang kadung basah akibat berciuman dengan ‘bibir’nya. @aethramedeis
2
0
0
Kapan lagi kau dapat kesempatan seperti ini? Mungkin hanya di satu malam dari sekian juta, seperti memilih bintang-bintang yang tertabur di angkasa. “Telentang di ranjang.” Titahmu setelah puas dengan bibirnya, seraya melucuti kemeja polos berwarna biru langit
1
0
0
untuk mengambil ciuman darinya — lumatan keras yang dibantu oleh tanganmu yang lain dengan menarik segenggam rambutnya, menghisap lidah hingga langit-langit yang sudah bergerak erotis pada daging lunakmu yang memekar karenanya — secara senang, 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙙𝙖𝙨 sepuasmu.
1
0
0
dengan ibu jari, tidak boleh ada yang tersisa sebab Ayeesha sudah bersedia 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗯𝘂𝗵𝗻𝘆𝗮 untuk kau kotori. Sehabis mengulurkan bantuan, kau menarik tangan yang terbungkus pita untuk disisihkan ke samping, sementara kau bermaksud
1
0
0
Malam yang spesial ini. Kedua mata memicing pada Ayeesha yang memandangmu selagi menyenggau jemari yang digulai sperma, bukankah ia terlalu 𝘀𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮 melakukan itu demi kepuasanmu? “Perlu dibantu?” Jejak cairan yang menitik dari sudut bibirnya kau bantu menyekanya
1
0
0