RANUM
@FACFD88
Followers
436
Following
1K
Media
706
Statuses
8K
Bersikeras dirinya untuk bertahan dalam dekap tipu daya https://t.co/rGjedjKIRt
SIC
Joined January 2014
I am living in a world where we are taught to be anything, but never to be a human being.
1
8
5
γ
€ (when ya.) γ
€
0
0
0
Capek banget cari musmid jam segini, untung ada yang masih buka. Nggak tau dah ini abangnya masih napak atau nggak yang penting musmidnya udah ada. Trims abang musmid penyelamat.
0
1
0
γ
€ pink. Love, i miss you. γ
€
γ
€γ
€γ
€γ
€ https://t.co/gr0CYB7zBS Finally have the time and energy to be active (cracks bones). Hello, people. I'm ready! γ
€γ
€
0
0
1
γ
€ ( Lucu ya semua orang test di timeline secara barengan. Imut deh ) γ
€
1
0
0
γ
€ Boleh pacaran sekarang? γ
€
βRanum,β panggilku dengan suara lembut. βAku ingin kamu tahu bahwa seberapa buruknya masa lalumu menurutmu, kamu tetap pantas untuk mendapatkan hangat dan cinta seperti yang lain.β Ranum kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi, menatapku dengan senyum kecil yang hangat.
1
0
0
Dan untuk malam itu, di restoran kecil dengan lampu hangat dan hujan yang turun di luar jendela, satu hati kembali menemukan rumah hangat untuknya. ββ SELESAI.
0
1
0
βKamu benar,β ujarnya. βKamu berhasil memberikanku semuanya.β βKarena kamu lebih dari pantas untuk mendapatkannya,β tambahku seraya mengusap punggung tangan Ranum lembut.
1
1
0
βRanum,β panggilku dengan suara lembut. βAku ingin kamu tahu bahwa seberapa buruknya masa lalumu menurutmu, kamu tetap pantas untuk mendapatkan hangat dan cinta seperti yang lain.β Ranum kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi, menatapku dengan senyum kecil yang hangat.
1
1
0
Aku tersenyum sedikit. βTidak perlu berterima kasih. Aku yang ingin melakukannya.β βTetap saja.β Ia menatapku beberapa detik lebih lama. βTerima kasih,β lanjutnya pelan, βkarena sudah datang dan menggantikan kenangan buruk menjadi kenangan yang begitu hangat.β
1
1
0
Aku tidak tahu apakah ia menyadari apa yang ia katakan barusan. Namun, kala matanya kembali menatapku, lebih tenang dari sebelumnya, aku tahu bahwa ucapannya sungguh adanya. βTerima kasih sudah mengajakku ke sini,β katanya tiba-tiba.
1
1
0
Ranum mengangkat bahunya sedikit. βMungkin karena aku masih percaya kalau tidak semua hal harus hilang.β Ia lalu menunduk sebentar, memperhatikan jemarinya yang melingkari cangkir. βAtau mungkin karena aku berharap suatu hari nanti β¦ kenangan baru bisa terasa sama hangatnya.β
1
1
0
Hening kemudian mengisi ruang di antara kami selama beberapa detik. Aku tidak buru-buru menjawab. Sebagai gantinya aku bertanya pelan, βTapi kamu masih datang ke tempat yang menyimpan kenangan untuk kamu.β Ia menatapku lagi. βIya.β βKenapa?β
1
1
0
Ranum mengangguk sedikit. βSayangnya iya.β Ia tertawa kecil lalu menghela napas panjang. βKadang aku iri sama orang yang bisa melupakan,β katanya. βKarena?β βKarena kalau kamu ingat terlalu banyak,β jawabnya, βkamu jadi tahu persis apa yang sudah hilang.β
1
1
0