Edwin
@Edwinfauqon
Followers
466
Following
3K
Media
2K
Statuses
27K
oh well, hi.
Surabaya, Indonesia
Joined December 2011
Logikane wong iki ancen wes gak ketolong
Resmikan SPPG Polri, Prabowo Puji Inisiatif di Luar Tugas Pokok https://t.co/gfjiBkagwB
0
0
0
Pre-Order Terbatas *METODE JAKARTA* Normal: ~Rp158.000~ PO Senyap: Rp115.000 Buku langka dan penting yang akhirnya cetak ulang juga! Reply aja nanti aku kabarin.
0
1
1
Bola ada standarnya, buku jg. Main bola ada tekniknya, ada aturannya. demikian juga nulis dan bikin buku. Di bola ada pemain bagus, ada pemain jelek. Demikian jg, ada penulis bagus dan penulis jelek. Apa standarnya? Ya bisa lewat kemampuan teknik, bisa jg lewat level bermainnya.
@Mah_Hwan Bola mah ada standar yg disepakati bersama, ranking dsb itu Sedangkan buku ga ada, tiap ada yg bikin list buku terbaik/terjelek sepanjang masa pun isinya beda-beda
0
21
79
Apa udah baca 8 twit setelahnya, ka? Justru intinya bukan maksain apa yang kita suka. Justru sy mau ada diskusi, jadi gak cuma berhenti di ‘selera’. Kenapa A menurut km bagus/sebaliknya?
Dramatis amat dah wkwkw ya biarin aja sih? 'Kan yang suka bukunya aku? Aku gak perlu orang lain harus suka juga? Aneh bener.
0
0
0
B aja. Justru dapet insight baru dan jadi ngerti kalo diliat dari perspektif lain yang mungkin kelewat atau aku msih belum bisa memahami maknanya. Dapet ilmu tambahan kan bagus, kenapa harus tersinggung. Bukannya itu esensi literasi?
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
0
"Walau begitu, buku buruk mesti dikatakan buruk, sebagaimana buku baik mesti dikatakan baik, dan sebaiknya kita tak mempertukarkannya dengan dalih selera." - Terkenang Nyonya Rissa: Bacaan-bacaan Buruk dan Pengalaman menyenangkan Lainnya, (Mahfud Ikhwan, 2026)- Segera Terbit.
7
59
220
Respons terbaik ketika buku bacaan kita dibilang jelek itu bukan “Yauda sih, namanya juga selera” tapi “Oh ya, kira-kira kenapa km mikir buku itu jelek?” Lalu muncul diskusi. Ekosistem sehat. Adili Jokowi.
0
0
0
Berarti kamu menjadikan membaca sbg ajang validasi kalau sampai reaktif. Kalau membaca sbg sebuah pengalaman ya kamu nggak akan bereaksi apa2 krn pengalaman yg kamu dapat nggak akan sama dgn pembaca lainnya hehehehe.
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
2
7
Ini, lho. Semua bentuk karya seni termasuk buku tuh perlu perkembangan supaya karya-karya selanjutnya lebih bermutu. Kritik itu perlu. Toh, dengan adanya kritik itu artinya ada orang yang betul-betul peduli untuk memberi penilaian. Yang bahaya itu justru ketika tidak ada kritik.
Namun, di sisi lain, jika kita selalu berlindung di balik selera, pintu diskusi akan sulit terbuka. Fakta bahwa suatu karya seni, baik buku, film, lagu, apa pun itu, punya karakteristik yang bisa menentukan karya itu termasuk bagus atau jelek, akan terus menututupi mata kita.
2
12
28
Dulu mungkin gak terima. Sekarang? Ya gpp, santai aja. Selera orang beda2 gak perlu dipaksakan atau disamakan, soal banyak juga kok buku yang orang lain bilang bagus tapi pas gue baca ternyata baca jelek. Dan gue belajar suka buku, preferensi bagus/jelek itu relatif & subyektif.
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
1
Santai aja kak, cuma buku, bukan Alquran #SIKAP
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
0
Dulu sih aku tersinggung berat cuma lama kelamaan terbiasa baca review pedes di goodreads sekarang ga begitu dibawa personal. Kadang kadang aku nemu perspektif baru yg terlewat pas aku baca bukunya.
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
0
Cognitive bias. Kenapa harus berasumsi bahwa buku yg jadi favorit kita seakan kitab suci? Justru itu jadi heresy yg ada. Semua buku valid buat kritik. Bahkan kitab suci sendiri juga ada studi kritik buat melihat kitab suci dalam sudut pandang objektif
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
10
ya udah, gabisa juga maksa orang buat punya penilaian yang sama. yang beneran kitab suci aja masih ada yang kritik. dan yup, yang perlu dilakuin cuma percaya apa yang mau kita percaya.
Bagaimana perasaanmu jika menemukan buku favoritmu, yang kamu puja-puja sebagai karya terbaik sepanjang masa dan sering kamu kabarkan layaknya kitab suci, ternyata dikritik habis oleh orang lain?
0
1
0
@Edwinfauqon Kalau saya percaya bahwa pola pikir, pandangan, selera, seseorang adalah dinamis, satu waktu bisa saja menganggap satu buku bagus, tapi beberapa tahun ke depan pandangan itu berubah karena dinamika hidup yang dijalani, atau sebaliknya. Jadi buku sendiri ada kecocokannya masing2.
0
1
3